MAKASSAR, 30 JUNI 2026 – Dalam upaya memperluas cakrawala berpikir dan memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap dunia kerja, Badan Pengurus Harian (BPH) Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Perbankan Syariah sukses menggelar kegiatan Visit Industrial. Kunjungan edukatif ini dilaksanakan langsung di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.
Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pengurus HMPS dan mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah, serta didampingi oleh dosen pendamping, Muhammad Abdi Buhasyim, S.EI., M.Si. Agenda ini dirancang khusus untuk menjembatani teori yang didapatkan mahasiswa di bangku perkuliahan dengan praktik nyata di industri jasa keuangan.
Rangkaian acara diawali dengan sesi penyambutan yang hangat dari pihak OJK, dilanjutkan dengan perkenalan formal antar kedua belah pihak. Memasuki sesi inti, para peserta menerima pemaparan mendalam mengenai profil, tugas, fungsi, serta kewenangan OJK dalam mengatur dan mengawasi sektor perbankan, pasar modal, dan industri keuangan non-bank (IKNB). Melalui pemaparan ini, mahasiswa diharapkan mampu menghubungkan teori kuliah dengan realita praktik di lapangan.
Tidak hanya itu, mahasiswa juga dibekali materi penguatan mengenai pasar modal. Sesi ini mengupas tuntas pengenalan instrumen investasi, mekanisme transaksi, manfaat investasi, hingga pentingnya literasi keuangan bagi generasi muda.
Kunjungan ini meninggalkan kesan yang sangat positif bagi para peserta. Muhammad Abdi Buhasyim, S.EI., M.Si., selaku dosen pendamping, menyampaikan apresiasinya terhadap profesionalisme pihak OJK yang memiliki protokol kerja sangat tertib dan teratur, namun tetap menyambut kehadiran mereka dengan penuh keramahan dan kehangatan.
Lebih lanjut, beliau juga menitipkan pesan dan harapan besar kepada seluruh mahasiswa Perbankan Syariah setelah mengikuti kegiatan ini. Beliau berharap para mahasiswa mampu menjadi agen literasi keuangan bagi masyarakat luas, serta bergerak sebagai agen sosial demi terciptanya inklusi keuangan yang lebih sehat di masa depan.